Jumat, 20 Oktober 2017

Desain Pemodelan Grafik

Di Bidang Perancangan Otomotif
Pada bidang ini grafik komputer digunakan untuk membuat berbagai desain dan model objek yang akan dibuat.
Misalnya digunakan untuk mendesain suatu arsitektur bangunan,desain kendaraan dan lainnya.Menggunakan software desain grafis seperti auto cad semuanya akan berlangsung secara mudah dan lebih spesifik dalam perancangan yang akan dibuat.Memperkecil tinggkat kesalahan sehingga akan menhasilkan suatu model yang sama seperti aslinya.


Image result for otomotif

Oleh karena itu, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metode merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), ataupun disiplin ilmu yang digunakan (desain). Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Sumber : http://kelasonline.net/manfaat-dan-tujuan-desain-grafis-supriyanto-mte-13-11-0103/

Tugas 1 Desain Permodelan Grafik

Pengertian :
Desain Grafik : Seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang dan gambar. Bidang ini merupkan bagian dari komunikasi visual. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak dan desain interaksi.

Perkembangan Desain Pemodelan Grafik :
  • Tahun 1398-1468 : Penemuan teknologi mesin cetak tahun 1447, menyerupai desain Rhineland(Jerman) untuk menghasilkan anggur. merupakan penemuan revolusioner untuk memproduksi buku secara massal dan low cost.
  • Tahun 1851 : The Great Exhibition – Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851,pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain, dalam bangunan yang disebut dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.
  • Tahun 1892 : Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia.
  • Tahun 1910 : Modernisme – Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan ´bahasa mesin´, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan ´estetika mesin´.
  • Tahun 1916 : Dadaisme – Dadaism membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan. De Stijl – De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris
  • Tahun 1918 : Constructivism – Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris.
  • Tahun 1919 : Bauhaus – dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Dunia Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.
  • Tahun 1928-1930 : Gill Sans – Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).
  • Tahun 1931 : Harry Beck – Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.
  • Tahun 1950 : International Style – didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.
  • Tahun 1951 : Helvetica – Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.
  • Tahun 1960 : Psychedelia and Pop Art – Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.
  • Tahun 1984 : Émigré – Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.

Sumber :
 https://loraanisya.wordpress.com/2015/10/09/desain-pemodelan-grafik/
https://wijayadharma.wordpress.com/tugas/softskill/desain-pemodelan-grafik/artikel-perkembangan-desain-grafik-2/
http://tipskompunet.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-desain-dan-pemodelan-grafik.html
https://mxac.wordpress.com/2016/10/06/pengertian-desain-dan-pemodelan-grafik/

Selasa, 05 Juli 2016

Apa itu Webometric?

Webometric adalah…
Peringkat Webometric, atau juga dikenal sebagai Ranking Web of Universities, adalah sistem peringkat untuk universitas-universitas di dunia berdasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan baik volume maupun isi Web, visibilitas dan dampak dari publikasi web sesuai dengan jumlah pranala luar yang diterima. Peringkat ini diterbitkan oleh Cybermetrics Lab, sebuah kelompok peneliti dari Dewan Peneliti Nasional Spanyol (Inggris: Spanish Nationan Research Council (CSIC)) yang berlokasi di Madrid.
Tujuan dari Peringkat ini adalah untuk meningkatkan kehadiran akademik dan institusi peneliti di Web dan juga mempromosikan hasil publikasi ilmiah terbuka. Pemeringkatan ini dimulai pada tahun 2004 dan diperbarui setiap Januari dan Juli. Sampai saat ini pemeringkatan telah mencakup lebih dari 24.000 Institusi Perguruan Tinggi di seluruh dunia.

Metodologi Penilaian
Data dikumpulkan antara tanggal 1 dan 20 Januari atau Juli, tergantung pada edisi. Setiap variable diperoleh setidaknya dua kali selama periode tersebut dan nilai maksimum dipilih untuk mengurangi kesalahan atau error. Ketidakstabilan pada search engine sangat tinggi sehingga angka dapat berbeda dan tidak mudah ditiru jika pencarian dilakukan kemudian hari. Info pada google berdasarkan pada daerah geografis(contoh: pencarian pada google.co.id akan menampilkan laman dari Indonesia), sehingga google.com digunakan, Bahasa Inggris sebagai bahasa antarmuka dan Madrid (Spanyol) sebagai lokasi. Akan tetapi, Google Scholar sangat stabil dan dan link penyedia informasi juga sangat handal. Publikasi terakhir dilakukan sekitar akhir Januari atau Juli, biasanya setelah tanggal 28.
Angka yang dipublikasikan adalah PERINGKAT, dimaksudkan untuk menampilkan kinerja individu, tetapi bukan nilai yang digunakan dalam perhitungan. Pada peringkat universitas Webometric, terdapat 4 Peringkat yaitu Presence Rank, Impact Rank, Openness Rank, dan Excellence Rank. Karena masalah teknis beberapa perubahan telah dilakukan:
  • Mengenai PRESENCE. Total jumlah web, menurut Google, tidak termasuk file pdf. Bobot : 10%
  • Mengenai VISIBILITY/IMPACT. Nilai ini diperoleh dengan mendapatkan kembali nilai yang lebih besar dari dua penyedia inlinks (tautan dari sebuah situs menuju situs orang lain) yaitu ahrefs & Majestic. Bobot: 50%
  • Mengenai Openness. Jumlah total file pdf berdasarkan Google. Bobot: 10%
  • Mengenai Excellence. Jumlah artiket-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking. Bobot: 30%
  • Kriteria mengenai Visibility. Untuk menghindari keputusan subjektif, Webometric mengadopsi kriteria kuantitatif. Apabila terdapat universitas yang melakukan kecurangan seperti membeli link untuk menaikkan jumlah link atau membuat banyak link ke halaman web universitas menggunakan sistem yang mempromosikan pembajakan, obat-obatan terlarang, pornografi dan terorisme maka universitas tersebut akan diberi nilai 0(peringkat ditandai 99999).
  • Kriteria mengenai Openness. Apabila jumlah koleksi file pdf berjumlah lebih dari sepertiga dari ukuran total(jumlah item) dari webdomain tersebut maka indicator Openness akan ditandai 99999 dan nilai baku untuk perhitungan indukator gabungan akan menjadi 0.

Sumber :
https://lightofpandora.wordpress.com/2016/06/14/apa-itu-webometric/

4ICU

4 Internal Colleges & Universities (4ICU)
4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara.
Dalam hal ini, yang dimaksud sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi adalah sebagai berikut:
  • Telah resmi diakui, memiliki ijin atau telah diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan atau organisasi pendidikan tinggi yang berwenang.
  • Berhak memberikan gelar sarjana atau pascasarjana dalam empat tahun.
  • Melakukan kegiatan pembelajaran secara umum dengan bertatap muka, program dan kursus.
Metodologi Penilaian
Universitas dan College diranking secara eksklusif oleh 4icu.org University Web Ranking. Peringkat ini telah dipublikasikan sejak Mei 2005. Sejak itu metodologi penilaian telah diatur secara periodik untuk memberikan hasi yang lebih baik.
Pemeringkatan sekarang didasarkan pada algoritma dengan memasukkan 4 web metric independen dan objektif dari 3 search engine yang berbeda :
  • Google Page Rank
  • Alexa Global Rank
  • Majestic Referring Subnets
  • Majestic Trust Flow
Langkah penilaian :
  1. Pengumpulan data metric dilakukan dalam hari yang sama untuk menghindari perubahan data yang tidak tentu serta memaksimalkan perbandingan data.
  2. Penggunaan filter untuk mengidentifikasi keberadaan data yang nilainya sangat jauh dari data lain yang ada (data outliers).
  3. Review data dari Alexa Traffic Rank, untuk menyeleksi perguruan tinggi yang masih menggunakan subdomain sebagai halaman utama yang resmi.
  4. Data webmetric kemudian dinormalisasikan pada skala 0-100 dengan mempertimbangkan perhitungan logaritma alami dari Google Page Rank dan Alexa Traffic Rank, serta hasil normalisasi dari data Majestic SEO.
  5. Nilai normalisasi dari ketiga data tersebut digabungkan dan kemudian dirata-rata untuk menghasilkan nilai akhir dan peringkat perguruan tinggi.
Tujuan dari situs ini adalah untuk memberikan sebuah perkiraan peringkat popularitas Universitas dan College berdasarkan popularitas situs dari masing-masing Universitas. Hal ini dimaksudkan untuk membantu mahasiswa internasional dan staf akademik untuk memahami bagaimana popularitas sebuah Universitas/College di luar negeri. Oleh karena itu, 4ICU tidak dapat sepenuhnya digunakan sebagai kriteria utama untuk memilih Perguruan Tinggi karena bukan cerminan dari kualitas pendidikan dari Perguruan Tinggi tersebut.
Peringkat Universitas
Jika sebelumnya sudah dijelaskan tentang metodologi penilaian, yuk lihat peringkat universitas terbaik di Indonesia dan di dunia.
Dari gambar table diatas universitas di Amerika Serikat menguasai hampir 20 peringkat Universitas TOP di dunia berdasarkan 4ICU dengan no.1 diduduki oleh MIT ( Massachusetts Institute of Technology). MIT memang terkenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia dengan sederet alumni seperti Kofi Annan (Mantan Sekretaris Jenderal PBB), Buzz Aldrin (Astronot Apollo 11) dan sejumlah penerima medali Nobel. Bagaimana dengan Indonesia?
Berdasarkan 4ICU, Institut Teknologi Bandung meraih peringkat 1 sebagai Universitas Terbaik. Sedangkan Universitas Gunadarma berada pada no. 11 dibawah Universitas Airlangga dan menjadi Universitas Swasta no. 1 berdasarkan 4ICU.

Sumber: 

Kamis, 28 April 2016

Kontroversi yang Berkaitan dengan IT

Permasalahan Seputar Teknologi Informasi di Indonesia.



Teknologi Informasi di Indonesia boleh dibilang bukan barang baru, seiring pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, komputer, dan konvergensinya (teknologi internet) di seluruh dunia mau tidak mau telah mempengaruhi kita semua. Pemasyarakatan teknologi informasi di Indonesia pun terus berjalan, jika dulu hanya perguruan tinggi tertentu yang memiliki jurusan informatika, kini hampir semua menawarkan, belum lagi perguruan tinggi yang khusus menawarkan program studi komputer dan informatika. Belum lagi jika kursus-kursus komputer yang menjamur di penjuru tanah air dihitung, bisa dikatakan sebagian besar masyarakat kita sudah mengetahui dan memanfaatkan teknologi informasi ini. Pemerintah kita bahkan sudah mengantisipasi sejak jauh hari, terbukti saat kita meluncurkan satelit Palapa A1 tahun 1976, kita menjadi negara keempat di dunia yang memiliki satelit, setelah Uni Soviet (Rusia), Kanada, dan Amerika Serikat
Namun ternyata, semua itu belum cukup mengantarkan kita ke era informasi dan kondisi kita sekarang justru semakin memprihatinkan, terlihat dari indikator-indikator di bawah ini :
1.      Tingkat pemilikan telepon (fixed line) di Indonesia hanya 3,5%, jauh bila dibandingkan negara-negara lain yang rata-rata sudah di atas 10%. Hal ini diperparah dengan tarif telepon (telekomunikasi) yang semakin meningkat, di sisi lain pendapatan perkapita kita menurun setelah dihantam krisis.
2.      Angka pembajakan software di Indonesia yang mencapai 88%, tertinggi ketiga di dunia setelah Vietnam dan RRC
3.      Kejahatan dunia maya (CyberCrime) yang semakin gawat, meliputi kegiatan cracking, carding,dan lainnya. Indonesia adalah negara dengan tingkat kejahatan carding tertinggi kedua setalah Ukraina. Sementara, perundang-undangan mengenai ini belum ada.
4.      Penetrasi internet di Indonesia masih sangat rendah (sekitar 1-2%), apalagi dengan semakin melambungnya tarif jasa telekomunikasi yang masih dimonopoli
Masalah pembajakan, pernah diulas dalam tulisan mengenai HAKI, namun tidak ada salahnya diulas lagi. Pembajakan sudah terjadi sejak awal diperkenalkannya teknologi komputer pribadi (PC) di Indonesia. Adaptasi PC di Indonesia yang 'terpaksa' menggunakan model PC rakitan (dulu disebut jangkrik), yang lebih murah, dan tentunya perangkat lunak yang digunakan pun yang bajakan, karena lebih murah (nyaris gratis), dan tinggal dikopi saja. Praktik ini menjadi umum karena kurangnya kesadaran para praktisi yang lebih tahu waktu itu (penulis pun baru menyadari kalau software itu harus dibeli setalah membaca majalah komputer luar negeri), kurang peduli terhadap HaKI (hak cipta) karena belum ada peraturannya, belum adanya teknologi alternatif yang memadai (Macintosh dan Unix jauh lebih mahal daripada DOS/Windows), dan terakhir mahalnya harga software asli karena kurang agresifnya vendor yang underestimate terhadap pasar Indonesia sehingga berkesan membiarkan pembajakan untuk promosi .
Kalau sekarang sudah ada alternatif yang memadai (linux/open source), semakin banyaknya kaum terdidik yang melek teknologi, sudah ada peraturan perundangannya, serta vendor mulai 'bangun' tidur, toh pembajakan masih merajalela, apakah sebabnya? Faktor penyebabnya adalah kebiasaan yang membuat semua orang membajak karena sudah terbiasa, semua orang melakukannya, dan lingkaran antara vendor hardware, dunia pendidikan, dan industri yang mengesankan bahwa teknologi tertentu saja yuang dibutuhkan dan harus dikembangkan. Untuk mengatasi pembajakan, harus ada kerja sama yang baik antara vendor hardware (jangan mau memasang software bajakan di produknya), dunia pendidikan (ditekankan bahwa membajak itu haram hukumnya), dan dunia industri (penggunaan teknologi yang tepat guna, jangan sekadar mengekor).
Kegiatan hacking/cracking/carding yang meresahkan, terlepas dari motivasi yang melatarbelakanginya, ketiga kegiatan itu tidak bisa disamaratakan. Masalahnya terletak pada mentalitas tadi, keinginan untuk memperkaya diri dengan cepat, atau menjadi terkenal dengan cepat, atau sekadar menebar teror. Kalau para pejabat melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, apa yang bisa dilakukan opreker biasa?, ya tiga hal di atas tadi.  Yang punya server-server bagus atau kartu kredit itu pasti orang kaya, dan tinggalnya di luar negeri, jadi mereka malah bisa berdalih atas nama patriotisme, Patriotisme sebenarmya baru akan terlihat dengan cara menunjukkan bahwa dunia teknologi informasi kita tidak harus bergantung pada luar negeri. Bikin distro Linux sendiri, bikin aplikasi office yang ada pengecek ejaan bahasa Indonesianya, atau software pendidikan dan produktivitas lain yang berguna bagi orang banyak, itulah patriotisme.
Masalah lainnya, pemerintah kita sepertinya tidak total dalam mengurusi masalah ini. Di satu sisi, ada projek BPPT untuk membuat sistem operasi nasional (WinBI/Software RI), di sisi lain, perundang-undangan Cyberlaw tertunda-tunda, tarif telekomunikasi terus naik, para operator VOIP dan wireless LAN ditangkapi, dan kompetisi di bidang telekomunikasi nampaknya akan mati sebelum dilahirkan. Belum lama ini, DPR mengkhawatirkan Indosat yang dibeli perusahaan asal Singapura (STT...tanpa Telkom), karena konon takut disadap. Nyatanya, dirut Indosat sendiri ngomong bahwa Dephan sama sekali tidak memakai satelit Palapa milik Satelindo (yang 100% sahamnya dikuasai Indosat). Mengapa mereka tidak mengurusi saja UU Cyberlaw atau memikirkan cara menurunkan tarif telekomunikasi yang terus melambung? Ketakutan yang sama terjadi saat Divre V Telkom akan dibeli Indosat (tukar guling dengan Telkomsel), dengan alasan Indosat akan dijual ke pihak asing. cuma menunggu waktu sebelum Telkom mengalami nasib yang sama. Satu-satunya dampak yang terjadi hanyalah kelambatan Indosat masuk ke bisnis fixed line karena seharusnya entry point mereka di wilayah Divre V digagalkan, entah dengan sengaja oleh Telkom atau sebab lain yang lebih tidak masuk akal. Akibatnya, kompetisi di bidang telekomunikasi, khususnya fixed line, nampaknya cuma impian saja. Pihak asing tidak berani masuk karena bisnis seluler lebih menjanjikan, dan tidak ada perusahaan lain yang mempunyai pengalaman sebaik Telkom yang sudah memonopoli bisnis ini selama 30 tahun lebih.
Mengapa dibutuhkan kompetisi? Agar terjadi persaingan sehat dalam memuaskan konsumen, baik dengan pelayanan, harga yang pantas, maupun tenologi yang terunggul. Perhatikan bisnis seluler GSM, yang hanya butuh waktu kurang dari sepuluh tahun untuk melampaui pelanggan fixed line yang membutuhkan waktu 30 tahun lebih itu. Bisnis ini bahkan masih berkembang kala krisis menghantam mulai 1997. Kata kuncinya adalah persaingan sehat, dan itu mampu dilakukan. Sebenarnya masih ada kompetitor potensial untuk Telkom, yaitu PLN. Selama ini memang tidak disadari, bahwa PLN mempunyai basis jaringan kabel yang jauh mengungguli Telkom, dan mencakup seluruh Indonesia, dengan jumlah pelanggan lebih dari 50 juta. Teknologi terkini telah memungkinkan jaringan kabel listrik dijadikan sarana telekomunikasi, dengan investasi hanya sepertiga jaringan fixed line. Masalahnya, PLN belum mendapat lisensi sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi telepon. Entah pihak PLN yang malas mengajukan, atau pemerintah yang cuek terhadap potensi ini. Kondisi idealnya, setiap pelanggan PLN dapat menginstalasi modem PLC (Power Line Communication) untuk dapat memanfaatkan jasa telekomunikasi telepon dan internet melalui jaringan PLN. Bayangkan betapa cepatnya penetrasi fixed line phone dengan cara demikian. Krisis PLN juga bisa teratasi dan bahkan bisa untung, berarti pemerintah tidak usah menyubsidi tarif listrik, masyarakat bisa lebih cepat mendapat sambungan telepon dan internet yang murah, dunia teknologi informasi Indonesia pun bisa terakselerasi. Masalahnya, selain lisensi, adalah kesiapan permodalan dan SDM yang mampu menangani dari PLN, juga budaya perusahaan yang selama ini terbiasa memonopoli bisnis listrik, memasuki kompetisi bidang telekomunikasi melawan operator yang lebih berpengalaman.

Referensi :
http://bebenyaadit.blogspot.co.id/
http://www.oocities.org/imamindrap/articles/masalah_ti.html


Tantangan dalam Perkembangan Teknologi Informatika



Perkembangan teknologi informasi menuntut tenaga ahli yang cerdas dan andal di bidangnya. Program Studi S-1 Teknik Informatika mempersiapkan lulusan yang sigap menjawab tantangan global ini. Mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Informatika (S-1 IT) akan mempelajari konsep ilmu computer science serta implementasi praktis software engineering. Keahlian utama tersebut ditunjang oleh keahlian-keahlian khusus yang dapat diambil sesuai bidang peminatan berikut:
  • Game & Mobile Apps
  • Web & Multimedia
  • Intelligent Computing
  • Network Security
Tantangan pertama, bagaimana menghasilkan berbagai produk-produk teknologi informasi, terutama perangkat lunak, sebagai produk industri dalam negeri Indonesia. Jika dilihat dari sisi kompetensi, maka sebetulnya Indonesia tidak kekurangan tenaga ahli di bidang ini. Tetapi mengapa kita tidak mampu membangun industri perangkat lunak yang handal? Tantangan ini harus dijawab tidak hanya dengan mengandalkan kompetensi teknis di bidang TI, melainkan juga kompetensi untuk mengelola industri atau bisnis TI itu sendiri.

Tantangan kedua, bagaimana memanfaatkan TI untuk dapat memecahkan berbagai persoalan stratejik negara Indonesia ini. Sudah saatnya manajemen negara ini menggunakan teknologi modern untuk membangun good governance dan clean government. TI memiliki potensi untuk ikut serta memecahkan persoalan-persoalan seperti korupsi, penegakan demokrasi, dan sebagainya.

Tantangan ketiga, bagaimana menghasilkan para profesional TI yang tidak hanya mahir “berkomunikasi dengan teknologi”, melainkan juga mahir “berbicara dengan manusia”. Intinya adalah, bagaimana menghasilkan profesional TI dengan hard skills dan soft skills yang seimbang untuk mampu berkiprah di dunia industri TI saat ini dan ke depan.

Apabila lulusan TI di Indonesia tidak memenuhi persyaratan, maka darimana tenaga kerja TI Professional diperoleh? Kemudian apabila perencanaan, pembinaan dan penciptaan SDM TI Professional tidak dilaksanakan dengan baik, maka krisis SDM pelan namun pasti akan terjadi. Bahkan dengan semakin berkembang dan murahnya jaringan komputer global (Internet), maka bursa tenaga kerja semakin terbuka secara global. Selain itu, dengan adanya perdagangan bebas seperti AFTA yang sudah berlaku sejak tahun 2003 lalu akan semakin mengancam lahan pekerjaan balam bidang TI di Indonesia apabila SDM lulusan TI Indonesia tidak persiapkan dengan baik. Sebut saja misalnya India, Korena, China, Singapura, dan lain-lain merupakan raksasa yang sanggup menembus pasar tenaga kerja IT Indonesia ke depan.

Kualitas Internasional
Program Studi S-1 IT menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai institusi serta vendor di tingkat nasional maupun internasional, seperti Cisco Academy, IBM Academic Initiative, dan EC-Council Academia. Kerja sama ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan keahlian praktis yang sesuai dengan perkembangan IT terkini.



  Kemajuan teknologi merupakan salah satu faktor yang paling penting bagi remaja dan pemuda di dalam masyarakat. Namun, dalam kondisi ini tidak semua akan langsung melibatkan atau berbagi pengetahuan tentang penemuan-penemuan terbaru dari teknologi. Karena perkembangan besar teknologi, era ini juga bisa disebut Age of Technology. 

Dalam pendidikan, dan dunia kerja, teknologi menjadi alat yang paling penting. Remaja dan pemuda saat ini memiliki kehidupan di mana teknologi modern mendominasi komunikasi mereka. Generasi muda hari ini ingin membantu mengubah dunia dan membuatnya menjadi tempat yang lebih baik dan lebih nyaman untuk hidup. Kaum muda ingin menjadi kontributor bagi reformasi ekonomi, peningkatan pelayanan publik dan banyak aspek lain dari masyarakat. Pengaruh dalam kegiatan sehari-hari dari remaja dan pemuda terus meningkat, dan kaum muda dapat menghabiskan banyak waktu dengan menggunakan teknologi modern seperti internet, komputer/laptop, dan ponsel.

Referensi : http://it.maranatha.edu/s-1-teknik-informatika/http://komunikasi.us/index.php/course/2727-pengaruh-perkembangan-teknologi-modern-bagi-masyarakat-khususnya-generasi-mudahttp://bakrie.ac.id/id/berita-bis/121-news-ub/guest-lecture/guest-lecture-bis/749-tantangan-dan-peluang-dalam-perkembangan-teknologi-dan-bisnis-tik

Korelasi Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri

 Hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri




Semua hal yang ada didunia ini pasti saling berkaitan yang ujung-ujung menuju Ilmu yang paling tinggi. Pada dasarnya hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri sederhananya adalah menjadikan Teknik Industri sebagai Ilmu yang mempunya nilai, budaya dan manfaat yang baik bagi keseimbangan kehidupan manusia. Sebagai contohnya penulis merumuskan:
  1. Dalam proses perindustrian tentu dibutuhkan nilai dan budaya yang baik agar outputnya juga baik.
  2. Dengan menggunakan Ilmu Budaya Dasar maka dimanapun industri berada akan menambah nilai tambah bagi lingkungan manusia.
  3. Ketika sebuah perusahaan mengalami masalah ataupun tantangan, maka disitulah Ilmu Budaya Dasar mulai beraksi, artinya mempunyai peran penting bagaimana etiket yang harus dilakukan agar semua masalah terselesaikan.
  4. Mampu menghasilkan barang-barang industri yang tepat guna bagi seluruh aspek multidimensi kehidupan.
  5. Menghasilkan nilai estetika ketika membuat produk industri, agar nyaman dan indah.
  6. Mempunyai kepedulian terhadap sesama insan yang membutuhkan.
Keterkaitan Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri sangat diharapkan demi kelangsungan hidup yang sinergis. Sekali lagi intinya adalah dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar, maka akan terjalin proses yang baik dalam membentuk sebuah peruasahaan industri.

Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri  ada kaitannya dengan manfaat dari mempelajari Ilmu Budaya Dasar itu sendiri, salah satunya :

ü  Mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama untuk kepentingan profesi mereka

ü  Mampu menciptakan hubungan yang harmonis antar manusia dan kelompok

ü  mengembangkan daya kritis  tentang masalah kemánusiaan dan budaya

ü  agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain

Dan mungkin perlu saya ingatkan kembali bahwa “Ilmu budaya dasar adalah mata kuliah yang membicarakan tentang nilai – nilai, tentang kebudayan dan tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari”

Sedangkan yang dipelajari di Teknik Industri mencangkup/dibagi menjadi :

1.    Sistem Manufaktur
2.    Manajemen Industri
3.    Sistem Industri dan Tekno Ekonomi

Di dalam ketiga bagian tersebut masing-masing bagian mempelajari bagaimana menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya, proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua Bidang Ilmu ini memiliki hubungan yaitu sama – sama mepelajari bagaimana kita menghadapi sebuah lingkungan baru baik itu dilingkungan kerja maupun dilingkungan sekitar, juga mengajarkan kita bagaimana cara kita berkomunikasi dengan lingkungan tersebut agar kita dapat menjalin dan membentuk hubungan yang harmonis antar sesama dengan memiliki bekal Ilmu Budaya Dasar ini. 

Referensi : 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
  • https://yanayogapratama.wordpress.com/2013/10/07/kebudayaan-ilmu-budaya-dasar-dan-hubungan-ilmu-budaya-dasar-dengan-teknik-industri/
  • http://rizqidiaz.blogspot.com/2012/05/pengertian-budaya-kebudayaanadat.html
  • http://dwiyanto95.blogspot.co.id/2013/10/ilmu-budaya-dasar-dan-hubungannya.html